Pringsewu TV – Arman : sebelum menulis kami minta maaf yang sebesar-besarnya karena masih banyak kekurangan, dan kesalahan ini hanya sedikit kisah tentang nabi Ismail..
Mengapa suaminya meninggalkan dia dan Ismail anaknya yang masih kecil di padang pasir yang tak bertuan .
……. Al kisah Siti Hajar mengejar Ibrahim AS, suaminya, dan berteriak :
“Mengapa engkau tega meninggalkan kami disini, bagaimana kami bisa bertahan hidup..?
Ibrahim AS terus melangkah meninggalkan keduanya, tanpa menoleh, tanpa memperlihatkan air matanya yang meleleh.
Remuk redam perasaannya terjepit antara pengabdian dan pembiaran.
Hajar masih terus mengejar sambil terus menggendong Ismail, kali ini dia setengah menjerit, dan jeritannya menembus langit.
“Wahai suamiku, ayahanda Ismail, Apakah ini Perintah Tuhanmu ?.
Kali ini Ibrahim AS, Sang Khalilulloh, berhenti melangkah.
Dunia seolah berhenti berputar.
Malaikat yang menyaksikan peristiwa itu pun turut terdiam menanti jawaban Ibrahim AS.
Butir pasir seolah terpaku kaku. Angin seolah berhenti mendesah.
Ibrahim AS membalik tegas dan berkata :
“Iya, ini perintah Tuhanku !
Siti Hajar berhenti mengejar, dan dia terdiam.
Lantas meluncurlah kata-kata dari bibirnya, yang mengagetkan semua Malaikat, serta menggusarkan butir pasir dan angin;.

“Jikalau ini perintah Tuhanmu, pergilah wahai suamiku. Tinggalkan kami di sini. Jangan khawatir, Allah akan menjaga kami.”
Ibrahim AS pun beranjak pergi.
Suci bersih Setelah ditinggal suaminya Ibrahim, Hajar mengendong putranya, Ismail . Sambil lapar dan haus Hajar terduduk dan kaki Ismail mengepak – ngepakĀ ke pasir dan keluarlah air , yg kita sebut air zamzam, disitu Sitti Hajar dan Ismail hidup selama belasan tahun. Setelah lsmail remaja datanglah Ibrahim dengan perintah Allah untuk menyembelih Ismail. Ismail dan Ibrahim ikhlas dan patuh kepada Allah maka ketika sudah dibaringkan …… ternyata Allah SWT mengganti Ismail dengan domba.

Ibrahim tidak diperintah Allah untuk membunuh Ismail, Ibrahim hanya diminta Allah untuk membunuh rasa ‘KEPEMILIKAN’ terhadap Ismail.
Karena hakekatnya semua adalah milik Allah…
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menganugerahkan KESHALIHAN Nabi Ibrahim dan KEIKHLASAN Nabi Ismail kepada kita semua, agar kita bisa mengaplikasikan dalam kehidupan kita…
Jangan rendahkan dan hinakan orang lain dengan harta, jabatan dan gelar mu…Karena dengan cara itu pada hakekatnya hanyalah akan merendahkan diri dan keluargamu sendiri
Karena di hadapan Allah hanya ketaqwaan kita yg diterimaNya.
Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang beruntung dirahmati ALLAH SWT.
*(Arman)